Home

Tuesday, February 17, 2009

Kemunafikan Kebenaran

Dalam alur maju kehidupan ini, tak bisa dipungkiri bahwa setiap jiwa pada dasarnya adalah suci (tabularasa). kesucian yang diselimuti oleh serpihan-serpihan keadilan (justice), kebenaran , kejujuran (sidq), tolong-menolong (ta'awun), dan persamaan (egality). dan semua itu tersimpan dalam wadah yang sangat rahasia yang disebut dengan "Naluri Sanubari".

Namun seiring lahirnya sang jabang banyi, kedalam dunia ini, serasa asap2 hitam mulai menggulung dan menghantam jiwa-jiwa mungilnya dan betebaranlah kertas putih itu, aka yang diatas masjid, di selokan, di jalan, di warung kopi, di lumpur dan lain sebagainya.

Seperlima abad telah ku jelajahi dunia ini, dari sudut jendela kamar sampai jendela kampus. kadang dalam melihat orang lain lewat lidahnya, serasa mereka mulia walau kakinya tercelup dalam lumpur. Dalam lidah-lidah itu kemunafikan bagai ladang subur menanam benih2 kebenarannya sendiri. Kebenaran yang membutakan mata hati, ataukah membukanya..

Terkadang dalam kebenaran tertutup kemunafikan, tapi kadang juga dalam kemunafikan tertutup kebenaran..
Inilah sebuah omong kosong yang membuat seseorang hidup, walau hanya disudut jendela kamar...

Tapi ratapku, rinduku, sunyiku, cintaku akan cahaya itu akan ku pegang erat terus walau hanya sebagai idealisme belaka, yang tertutup kemunafikan.........

No comments: