Slogan kembali ke Al Quran dan Sunnah telah menggema sekian abad lalu, tapi melihat situasi sekarang bahwa islam semakin terpecah belah. Ternyata setelah ditelusuri akar perpecahan, tidak lain tidak kembali keselogan tersebut.
slogan tersebut, menurut Prof.djamaludin (Guru besar UIN SuKiJo), ibarat pisau bermata dua, satu sisi ingin mamurnikan islam dan sisi lain membuka pintu ijtihad. agar islam menjadi peradaban lagi seperti abad ke 7 dengan puncak kejayaan abasyah. tetapi terjadinya penafsiran leterlek (harfiah) telah memupuskan tujuan tersebut, bahkan melahirkan gerakan-gerakan fundamentalis agama, seperti wahabisme.
meurut Prof.Dr. Wahyudian Wahyudi,MA (Dekan Syariah UIN Sukijo), kemunduran dari islam dan perkembangan barat pada abad ke 17 diakibatkan karena islam membuang ilmu2 fisika dan hanya mendalami ilmu2 metafisika (tasawuf), sedangkan barat sebaliknya.
zaman telah menjawab, bahwa peradaban berbaju ilmu pengetahuan (science), siapa yang mempunyai Science, ialah memilik peradaban mulia dunia itu. dan sekarang mutiara peradaban ada dibarat.
tidak ada jalan lain, bahwa untuk mendapatkan mutiara tersebut, kita harus mengambilnya kebarat. kita tidak bisa menjadi peradaban kalau kita menjauhi apalagi memusuhi barat.
saatnya kita mengambil mutiara peradaban itu untuk indonesia.
No comments:
Post a Comment